Minggu, 30 Desember 2012

0 Tentang Kita Part 1



Gemericik air alam, hembusan angin pagi dan matahari yang enggan menampakkan wajahnya. Mereka telah mewakili hati Rasya saat ini. Mungkin bagi orang lain, mereka akan ada dihati sampai 1,2 atau 3 hari, tapi bagi Rasya mereka akan ada dihati selamanya sampai ajal menjemputnya nanti.
Tepat pada tanggal 23 Mei 2009 pukul 02.00 WIT, orang yang paling Rasya sayang meninggalkannya berdua dengan ayah. Tangisan tak dapat dia hentikan, begitu pula dengan ayahnya. Serangan jantung, itu yang membuat beliau pergi. Rasya sempat menghibur ayah, tapi itu tak ada gunanya.
Dalam hati Rasya menyesal, karena dia tak bisa membuat beliau bahagia. Andai Rasya tahu dia akan pergi, pasti dia akan buat beliau merasakan kesenangan yang tak terlupakan. Tapi itu tak mungkin, didunia ini tak ada satupun manusia yan tahu kapan hari itu tiba menghampirinya.

……………dua minggu kemudian………..

“Ayah……mau pergi kemana ???”Tanya Rasya pada Ayahnya, yang begitu terlihat buru-buru dan gelisah.
“Emm…ayah ada urusan sebentar nak, nanti kalau semua urusan sudah selesai, ayah pasti kembali.”
“Iya…hati-hati yah.”
Tanpa mengucapkan salam, ayah langsung pergi meninggalkan Rasya sendiri dirumah. Sepi…sepi…dan sepi. Itu yang slalu dia rasakan semenjak bundanya tak ada. Tapi semua perasaannya hilang saat……………
“Assalamualaikum.”
“Wa’alaikum salam. Tara……sendiri aja ??”Ucap Rasya ketika membukakan pintu dan ternyata yang dilihat adalah seorang yang slalu menemaninya.
“Ya gitu dech. Abis anak-anak nggak mau aku ajak ke sini, katanya pada sibuk ngerjain tugas dari kampus.”
Dia sahabat satu-satunya yang dari dulu ada buat Rasya. Namanya Tara, walau dia itu orangnya egois tapi dia orangnya juga penyayang dan perhatian sama siapa aja.
“Pas banget kamu dateng kesini, aku sendirian di rumah mau keluar males.”
“Ayah kamu kemana ??”
“Tadi pergi, kata beliau…ada urusan gitu, nggak tahu apa’an.”
“Emm……haus nich.”
“Eh…iya bentar aku buatin minum dulu.”

…………….15 menit kemudian…………………

“Rasya……”panggil Tara sambil menampakkan wajah yang ketakutan.
“Ada apa sich ??”tanya Rasya penasaran padanya.
“Di luar ada petugas bank, katanya dia mau menyita rumah ini.”
“Apa ???jangan bercanda dech.” Tanya Rasya setengah kaget.
“Aduh, ngapain aku bercanda segala. Mendingan kamu  temuin dulu dech.”
Kedua kaki Rasya melangkah menuju ruang tamu dengan perasaan bingung karena selama ini nggak ada masalah dengan pihak bank.
‘ada apa sich sebenernya ???’ gumamnya dalam hati.
“Selamat siang pak, ada yang bisa saya bantu ???”Tanya Rasya dengan sedikit ketakutan.
“Apa benar anda bernama Rasya Desy Lavenusya ??”
“Iya, saya sendiri. Ini ada apa ya pak ???” Tanya Rasya penasaran.
“Saya mohon sekarang juga anda meninggalkan rumah ini, karena rumah ini sudah menjadi milik bank.”
“Apa ?? enggak mungkin pak, ini rumah ayah saya, nggak mungkin tiba-tiba bisa beralih tangan ??”
“Perlu anda ketahui, sebenarnya perusahaan ayah anda sudah gulung tikar dan ayah anda tidak bisa melunasi hutang-hutangnya kepada bank, jadi terpaksa pihak bank harus menyita rumah ini beserta perabotannya. Jadi saya mohon, tolong tinggalkan rumah ini mulai satu jam dari sekarang. Permisi.” Jawab petugas bank dengan nada datar dan langsung meninggalkan Rasya dengan raut wajah yang ingin merintih menagis.
Hati Rasya sakit,pikirannya bingung, tubuhnya pun terasa lemas. Rasya tak bisa berkata apa-apa selain menerima kenyata’an yang ada.

*To Be Continued*

0 komentar:

Posting Komentar

 

Cerita Kita Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates