Jumat, 25 Januari 2013

0 Tentang Kita Part 4



…………………3 jam kemudian…………….

“Assalamualaikum. Kulo nuwun……”
“Wa’alaikum salam. Tyo, ono po le ???”
“Eyang, Rasyanya ada ???”
“Ada. Udah ketemu to sama Rasya ???”
“Udah Eyang tadi pagi waktu Rasya jalan-jalan.”
“Pantes pulang dari jalan-jalan dia senyam-senyum sendiri, lawong ketemu orang ganteng.”
“Eyang………….apa-apa’an sich.” Ucapku dari kejahuan.
“Eyang……Tyo minta izin buat ngajak Rasya maen kerumah.”
“Ooo……yo wes gak po-po. Tapi ngati-ngati ya.”
“Iya eyang ku tercinta. Pergi dulu yang.” Ucap Rasya pada eyang sambil mengecup pipi eyang yang seperti kulit bayi lembut tanpa dosa.

…………….dalam perjalanan……………….

“Kamu ada urusan apa kerumah eyang ???”
“Nggak ada urusan apa-apa. Mulai sekarang aku tinggal di rumah eyang.”
“Lho…memangnya rumah kamu di Bali kenapa ???”
“Enggak kenapa-kenapa koq, ya semenjak bunda meninggal semua keluargaku hancur.” Setelah mendengar kalimat yang Rasya ucapkan, Tyo mengerem dengan tiba-tiba sampai jidad Rasya kebentur punggung Tyo.
“Aduh……kenapa sich ?? jidadku sakit tau.”
“Iya…ma’af. Kata-kata kamu yang bikin aku kaget. Maksudnya hancur itu gimana ???”
“Nanti aja ceritanya kalau udah sampek rumah. Nanti tak cerita’in disini bisa-bisa aku kelempar sampek sawah.”
“Yo wes. Ma’af ya…” Ucap Tyo sambil tertawa kecil.
“Iya. Udah cepetan.” Ucap Rasya sambil memegangi jidadnya yang baru terbentur.

D               D               D

Mereka akhirnya sampai ditempat tujuan, yaitu rumah Tyo. Rasya sempat tercengang kaget meliat perubahan dirumah Tyo.
“Ini beneran rumah kamu ???”
“Nggeh Mbak yu. Masak lupa sama jalan kerumahku ???”
“Emm…bukannya lupa, tapi rumahnya.”
“Mentang-mentang situ dari kota.”
“Eh…bukan itu maksud aku. Tapi kamu dapet uang dari mana kok bisa merenovasi rumah sebagus ini ???”Tanya Rasya sambil menyusuri halaman rumah Tyo yang luas dan indah bagaikan halaman istana.
“Oiya…aku belum cerita ya. Sekarang ini aku udah jadi arsitek, mimpiku dari kecil dulu.”
“Oya … ??? Wah…bagus donk. Selamat ya …. !!”
“Terimakasih. Emm…ya udah, kamu duduk disini dulu, tak ambilne minum, bentar ya…” Anggukan yang Rasya balas sambil melihat desain rumah Tyo yang begitu indah. Rumahnya di Denpasar aja kalah sama ini.

…………………15 menit kemudian………………….

“Monggo tjah ayu….”
“Makasih……rumahmu kok sepi ??? orang-orang pada kemana ???” Tanya Rasya sambil meneguk minuman segar.
“Ibu sama bapak lagi keluar ngurus panen, adikku Tia lagi sekolah. Ya jadi sepi dech.”
“Emm…tinggal disini nyaman ya…jauh dari keramaian.”
“Emang. Makanya walaupun aku dapat tugas diluar kota, aku harus menyempatkan untuk dateng kerumah. Ya…buat refresing dikit-dikitlah.”
   Rasya tersenyum kecil pada Tyo.
“Eh…tadi kamu mau ceritakan soal keluarga kamu ??”
“Eh…iya sampai lupa. Jadi gini……………” Jelas Rasya panjang lebar.
“Ouw…jadi gitu ceritanya. Bagus dech.”
“Bagus ??Apanya yang bagus ?? Temen susah kok dibilang bagus ?? Aneh.” Tanya Rasya bingung dengan ucapan Tyo dengan wajah sedikit memerah.
“Ha…eh…enggak kok. Maksud aku pilihan kamu dateng kesini itu bagus.Disinikan suasananya nyaman. Ya nggak ???”
“Ouw…iya sich…aku suka. Minggu ini sibuk nggak, aku mau jalan-jalan, …sekalian mengenal komplek desa yang kecil nan indah ini. Soalnyakan aku menetap disini, jadi kalau kemana-mana biar nggak nyasar.” Jelas Rasya panjang lebar.
“Emm…mungkin bisa, tapi kalau nanti aku ada perubahan jadwal jangan marah ya…??”
   “Iya…masak temen mau nyari nafkah aku larang juga. Enggak etis banget.” Jawabnya sambil melontarkan senyum indah. Tyo Terpana akan senyumanya yang diiringi wajah Rasya yang cantik bak bidadari.
*To be Continued*

0 komentar:

Posting Komentar

 

Cerita Kita Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates