Rabu, 23 Januari 2013

0 Tentang Kita Part 2



“Ini nggak mungkin kan Ra ??” Tanya Rasya pada Tara dengan meneteskan air mata.
“Sya…” Ucap Tara dengan rasa prihatin.
“Ini nggak mungkin. Ini nggak mungkin. Jadi ayah tadi pergi untuk …… ???”
“Ya udah, sekarang kita beresin barang-barang kamu, untuk sementara kamu tinggal dirumahku. Nanti kita cari jalan keluar.”
Merekapun pergi meninggalkan ruang tamu dan beranjak pergi ke kamar Rasya  untuk membereskan barang-barang Rasya yang masih berada dikamar dengan posisi yang sangat rapi bak kamar istana yang begitu megah.

…………………satu jam kemudian…………………..

“Terima kasih anda telah mendengarkan permohonan kami. Sebelumnya kami minta maaf.” Ucap pihak bank kepada Tara yang sedang memegangi Rasya disampinnya.
“Sama-sama pak.” Ucap Tara. Mereka pergi meninggalkan rumah yang sudah 20 tahun Rasya tempati bersama Bunda dan Ayahnya dalam keadaan suka maupun duka.
                 
D               D               D

“Rasya…”
“Apa salahku ???sampai-sampai Tuhan menghukumku seperti ini ?”
“Jangan anggap ini sebagai hukuman atau azab, jadikan ini musibah dan pelajaran untuk hidupmu dimasa yang akan datang nanti.” Nasehat Tara.
“Iya…kamu bener. Tara…aku mau pergi ke Yogya.”
“Ke Yogya ??? sama eyang ??” Tanya Tara kaget karena belum siap untuk berpisah dengan Rasya yang sudah bertahun-tahun bersamanya.
“Iya…daripada disini aku tambah kesiksa. Ayah nggak tau sekarang kemana. Aku telfon nggak aktif terus. Aku mau nenangin diri dulu untuk beberapa tahun atau mungkin slamuanya aku tinggal disana. Nggak pa-pa kan ??” Tanya Rasya sambil meneteskan air mata karena tak kuat memikirkan penderitaannya sekaranmg ini.
“Ya kalau itu yang terbaik buat kamu, aku nggak pa-pa koq. Tapi nanti jangan lupa sama aku. Ok !!”
“Ya enggaklah. Masak aku bakal lupa sama sahabatku tercinta.“ Ucap Rasya sambil mengeluarkan senyum kecil yang bahagia.

D               D               D

Ke esokan harinya……………………
“Hati-hati ya. Nanti kalau udah sampek Yogya telfon aku.” Ucap Tara sambil sedikit meneteskan air matanya.
“Iya. Itu udah pasti. Udah donk jangan nangis. Kita kan masih bisa ketemu lagi.” Ucap dan hibur Rasya pada wanita yang cengeng ini.
“Ya udah, berangkat sana nanti telat.”
“Jaga diri baik-baik ya…”
“Kamu juga…Bye…”
“Bye…see you later.”
Rasyapun membalikkan badan dan berjalan lurus kearah yang diatuju.Walau Rasya sempat meneteskan air mata, tapi air mata itu bukan air mata kesedihan melainkan air mata kebahagian.

*Bersambung*

0 komentar:

Posting Komentar

 

Cerita Kita Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates