Dinginnya malam berubah menjadi sejuknya pagi. Ayam mulai berkokok
mengiringi munculnya sang surya. Air yang mengalir dari sumur yang ditimba oleh
bibi terdengar sampai telinga Rasya yang terbangun karenanya. Perlahan dia
membuka matanya yang sangat sulit untuk dibuka karena dia terlalu lelap dalam
mimpi.
“Jam……………HA ??? Udah jam 9 pagi ???” Ucapnya
sambil mengambil jam weker yang berada di sebelah kanan tempat tidurnya.
“Kok nggak ada yang bangunin ???” Ucapnya
sambil keluar dari kamar dengan membawa handuk dan pakaian bersih menuju kamar
mandi untuk membersihkan diri.
Setelah, kira-kira 20 menit berada disana,
Rasya keluar dengan pakaian yang rapi, harum, dan cantik pastinya. Dia menuju
ruang makan untuk sarapan. Perutnya sudah berulah sejak berada dikamar mandi.
“Pagi Eyang….tadi kok enggak bangunin aku
sih yang ???” Ucap Rasya sambil menyendok nasi goreng buatan bibi.
“He…he…tadi niatnya mau bangunin kamu, tapi
kelihatannya kamu tidurnya pules. Jadi niat Eyang batalin.”
“Rasya kan punya acara Eyang. Jadi harus
bangun lebih awal.”
“Acara ??? Ooo…pantes…dateng-dateng kok udah
mandi, wangi, cantik lagi…janjian sama Tyo to nduk ???” Goda Eyang padanya.
“Ih…Eyang…apa-apaan sich. Iya janjinya sama
Tyo, tapi kan bukan buat pacaran, Rasya ngajak Tyo buat keliling kampung kok.”
Jawabnya sambil tersipu malu akibat goda’an dari Eyang.
“Lho…siapa yang bilang pacaran
nduk-nduk…Eyang nggak bilang lho ya…???” Kata Eyang tersenyum sambil
meninggalkan meja makan. Rasya seperti salah tingkah saat itu. Membuat kedua
pipinya merah merona.
D D D
“Assalamualaikum….kulo nuwun…”
“Wa’alaikumsalam….ealah Tyo. Nyari Rasya to
??bentar yo le…tak panggilkan dulu. Masuk sini dulu le. Bentar yo.” Kata Eyang
dengan wajahnya yang sudah renta.
“Iya Eyang…makasih.” Kata Tyo sambil duduk
dibangku kayu didepan rumah Eyang yang
asri.
“Hai…udah nuggu lama ???” Kata Rasya dari
belakang mengejutkan Tyo.
“Egh…enggak kok, baru juga dateng. Jadi kan
???”
“Ya jadilah. Ayo.” Katanya dengan hati yang
senang. Tapi…baru selangkah maju………..
“Eh…eh…mau kemana ???mau main kabur aja.
Pamit dulu sama Eyang.” Ujar Eyang dari belakang.
“Eh…iya ya. Ma’af Eyang…aku lupa…he…he…he…”
Kata Rasya nyengir sambil melangkah menuju Eyang untuk menjabat tangan bliau
dan menciumnya.
“Kalau sama pacar slalu inget, sma Eyang
sendiri lupa. Gimana to nduk ???”Kata Eyang sedikit menggoda.
“Ha….pacar ??? Siapa yang ???”Katanya sambil
kebingungan. Tyo yang berada diluar tersenyum mendengar ucapan Eyang.
“Ya itu….siapa lagi.” Ucap beliau sambil
menunjuk pada Tyo.
“Eyang…apa-apaan sich. Enggak lucu ah. Ya
udah…aku berangkat dulu.”
“Hati-hati nduk. Tyo…..titip cucu Eyang ya…”
“Iya Eyang. Mari.” Kata Tyo mengakhiri.
*Bersambung*
0 komentar:
Posting Komentar