Juna. Cowok yang misterius, pendiem, dan pintar. Nggak heran
kalau dia jadi idaman cewek-cewek disekolahku. Peduli amat sama namanya ‘JUNA’. Bagi mereka yang penting tampang bukan nama, apalagi dia
kaya…wuih…tambah banyak tuh penggemarnya. Hampir semua cewek mengagumi seorang Juna, termasuk aku, tapi bedanya, aku nggak seheboh
mereka-mereka. Ya.....aku akui tampangnya cakep, kulitnya putih, tinggi, otaknya encer, penampilannya keren, kaya
pula, tapi ada sifat yang enggak aku suka dari jaman nenek moyang hingga
sekarang (jaman nenek moyang ? Udah lair ya ? hehehehe…hanya perumpamaan.)
yaitu SOMBONG. Tampang, penampilan dan harta sih bisa untuk dipuji, tapi
kalau sifatnya sombong ya sama aja. Anehnya kebanyakan cewek-cewek bilang itu
bukan sombong, tapi karisma yang terpancar olehnya. Huek. Apaan tuh ? Karisma ?. Hmm...Biarlah…namanya juga nge-fans.
Oke…kita kenalan dulu. Aku Tiara. Tiara Eka
Pratiwi. Aku baru kelas 1 di
SMA 2 XY (Maaf..kita tidak
menyebutkan merek.). Satu sekolah sama Juna yang sekarang kelas 2. Rumah nggak
begitu jauh dari sekolah jadi bisa jalan kaki kalau berangkat atau pulang
sekolah dan nggak begitu jauh pula dengan rumah Juna. Ya iyalah nggak jauh.
Rumah Juna didepan rumahku.
Gara-gara rumahku yang terlalu strategis sama rumahnya Juna, banyak temen-temen (Yang cewek doang, ngapain yang laki ngikut !!) pada
nimbrung kerumah yang alasannya maenlah, pengen tau keluargakulah, ngerjain pr barenglah dan lain
sebagainya. Padahal, tujuan mereka hanya satu, pengen ngeliat Juna. Huh…tiap
hari harus nyediain makanan buat mereka (kayak panti asuhan dong.). Tapi kadang juga aku tolak. Nggak mungkin juga kan tiap hari mereka
pada kerumah. Enak aja. Mereka pikir rumahku singgasana buat nonton konsernya
Juna ?
Dari kecil…ya sekitar umur 7 tahun aku udah tetanggaan sama Juna. Kita
nggak begitu akrab. Saat kecil Juna nggak pernah keluar rumah. Maennya sama baby siternya muluk. Ya…gimana kita bisa
akrab. Ampek sekarangpun kita jarang,eh…bukan
jarang sih, lebih tepatnya nggak pernah saling menyapa walaupun udah 9 tahun kita tetanggaan. Aku sich nggak
peduli, bodo amat sama si Juna. Kayaknya dia punya dunia sendiri yang nggak
ingin diketahui banyak orang. Jadi jangan heran kalau aku nggak seheboh
mereka-mereka. Kenapa ya…setiap sekolah pasti ada cowok paling keren dan cewek
paling cantik, gak ada yang biasa-biasa aja
ya ???. Tapi untungnya, disini cewek paling cantiknya nggak ada, jadi siapa aja
boleh deketin si Juna. Sebenernya, aku pengen banget tau tentang Juna, tapi
kayaknya mustahil. Dia orangnya pendiem. Sekali ngomong yang penting-penting doang. Gila kali ya tu anak, ngirit banget kalo
ngomong. Pantesan temennya dikit.
*To Be Continued*
0 komentar:
Posting Komentar