Kamis, 31 Januari 2013

0 Cinta Senja Itu Chapter 1

Juna. Cowok yang misterius, pendiem, dan pintar. Nggak heran kalau dia jadi idaman cewek-cewek disekolahku. Peduli amat sama namanya ‘JUNA’. Bagi mereka yang penting tampang bukan nama, apalagi dia kaya…wuih…tambah banyak tuh penggemarnya. Hampir semua cewek mengagumi seorang Juna, termasuk aku, tapi bedanya, aku nggak seheboh mereka-mereka. Ya.....aku akui tampangnya cakep, kulitnya putih, tinggi, otaknya encer, penampilannya keren, kaya pula, tapi ada sifat yang enggak aku suka dari jaman nenek moyang hingga sekarang (jaman nenek moyang ? Udah lair ya ? hehehehe…hanya perumpamaan.) yaitu SOMBONG. Tampang, penampilan dan harta sih bisa untuk dipuji, tapi kalau sifatnya sombong ya sama aja. Anehnya kebanyakan cewek-cewek bilang itu bukan sombong, tapi karisma yang terpancar olehnya. Huek. Apaan tuh ? Karisma ?. Hmm...Biarlah…namanya juga nge-fans.
Oke…kita kenalan dulu. Aku Tiara. Tiara Eka Pratiwi. Aku baru kelas 1 di SMA 2 XY (Maaf..kita tidak menyebutkan merek.). Satu sekolah sama Juna yang sekarang kelas 2. Rumah nggak begitu jauh dari sekolah jadi bisa jalan kaki kalau berangkat atau pulang sekolah dan nggak begitu jauh pula dengan rumah Juna. Ya iyalah nggak jauh. Rumah Juna didepan rumahku. Gara-gara rumahku yang terlalu strategis sama rumahnya Juna, banyak temen-temen (Yang cewek doang, ngapain yang laki ngikut !!) pada nimbrung kerumah yang alasannya maenlah, pengen tau keluargakulah, ngerjain pr barenglah dan lain sebagainya. Padahal, tujuan mereka hanya satu, pengen ngeliat Juna. Huh…tiap hari harus nyediain makanan buat mereka (kayak  panti asuhan dong.). Tapi kadang juga aku tolak. Nggak mungkin juga kan tiap hari mereka pada kerumah. Enak aja. Mereka pikir rumahku singgasana buat nonton konsernya Juna ?
Dari kecil…ya sekitar umur 7 tahun aku udah tetanggaan sama Juna. Kita nggak begitu akrab. Saat kecil Juna nggak pernah keluar rumah. Maennya sama baby siternya muluk. Ya…gimana kita bisa akrab. Ampek sekarangpun kita jarang,eh…bukan jarang sih, lebih tepatnya nggak pernah saling menyapa walaupun udah 9 tahun kita tetanggaan. Aku sich nggak peduli, bodo amat sama si Juna. Kayaknya dia punya dunia sendiri yang nggak ingin diketahui banyak orang. Jadi jangan heran kalau aku nggak seheboh mereka-mereka. Kenapa ya…setiap sekolah pasti ada cowok paling keren dan cewek paling cantik, gak ada yang biasa-biasa aja ya ???. Tapi untungnya, disini cewek paling cantiknya nggak ada, jadi siapa aja boleh deketin si Juna. Sebenernya, aku pengen banget tau tentang Juna, tapi kayaknya mustahil. Dia orangnya pendiem. Sekali ngomong yang penting-penting doang. Gila kali ya tu anak, ngirit banget kalo ngomong. Pantesan temennya dikit.

*To Be Continued*

0 komentar:

Posting Komentar

 

Cerita Kita Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates