Jumat, 08 Februari 2013

0 Cinta Senja Itu Chapter 6


Semenjak Juna ada dalam bagian hidupku. Aku merasa dunia lengkap. Aku punya Mama-Papa yang selalu membimbing dalam setiap langkah, Nita sahabat sejatiku yang siap ada dalam suka maupun duka dan Arjuna yang ada disaat aku butuh kekuatan. Mungkinkah aku jatuh cinta pada Juna ? Sesosok laki-laki yang sekarang akrab denganku bahkan dengan anggota keluargaku. Dia sudah seperti bagian dari keluargaku. Kita sering melakukan hal sama-sama.
Perlahan aku mulai memahami rasa yang tak pasti ini. Dan sekarang akupun tau, bahwa diriku telah jatuh cinta padanya. Pada Arjuna Eka Prasetyo. Rasa ini tak bisa lagi dibohongi. Rasa ini jelas-jelas terukir dalam hatiku dengan indah. Aku cinta Juna. Entah cinta ini akan berakhir bahagia, atau bertepuk sebelah tangan. I don’t know. God ! Please... help me.

“Keluar yuk.”
“Kemana ?” Tanyaku penasaran.
“Emm... jalan-jalan ke taman gimana ? sore-sore kayak gini enak juga.”
“Oke. Ayo.” Ku iyakan ajakan Juna. Tak pernah aku menolak ajakannya jika aku tidak dalam kondisi sibuk.

Sore itu, benar-benar suasana yang mendukung. Kita duduk dipinggir kolam ikan. Karena menurutku disana adalah tempat yang paling nyaman untuk ngobrol.

“Ra...”
“Iya.”
“Boleh aku jujur ?”
Deg...
‘Please jangan bilang macem-macem Jun.’ Batinku.
“Ya boleh lah. Mau jujur tentang apa ?”
“Tentang diriku.”
“Oke. Silakan, aku siap menjadi pendengar yang baik.” Ucapku sedikit memaksakan senyum.
“Dari kelas 2 SMP. Aku sudah mengagumimu.”
“Apa ? nggak salah, seorang Arjuna yang populer disekolah mengagumi seorang gadis biasa ?”
“Aku serius Ra.”
“hehe.. oke-oke. Terus ?”
“Mulai saat itu aku memperhatikanmu walaupun dari jauh. Setiap kegiatan yang kamu lakukan, mulai dari lari pagi setiap weekend, jalan-jalan sore ditaman disaat lagi bad mood, suka ngemil dirumah sampek nggak boleh absen buat beli cemilan ditoko, nglamun depan jendela kalo lagi ada masalah, banyak lah, nggak bisa sebutin satu-satu.”
‘Juna... OMG... segitunya kah ? bener-bener nggak kebayang, hampir 3 tahun kamu nglakuin ini semua. Demi aku.’
“Aku sendiri juga nggak tau kenapa sampek segitunya sama kamu Ra. Tapi setiap lihat kamu, hati ini nyaman.”
“Juna...”
“Maaf baru sekarang aku berani terang-terangan sama kamu. Jujur, dulu aku takut untuk mengenalmu. Aku terlalu takut kehilangan Tiara yang bisa buat hati ini tenang hanya dengan melihat wajahnya. Tapi sekarang nggak. Aku disampingmu, aku bisa menyentuhmu dan ini nyata.”
‘Aku mau ngomong apa ? Kenapa ni mulut nggak bisa gerak ?’ Gumamku dalam hati.
“Dan satu lagi.”
“Apa ?” Akhirnya bisa keluar walaupun Cuma satu kata.
“Aku cinta kamu Ra. Aku sayang kamu. Aku ingin slalu disampingmu. Aku ingin terbang diudara seperti sepasang merpati putih yang slalu setia.”
“Aku juga cinta kamu Juna. Aku sayang kamu dan aku mau jadi sepasang merpati putih yang slalu setia.” Ucapku tanpa keraguan dihati.
“Makasih Tiara.”
Sore yang paling indah yang pernah aku alami. Arjuna, laki-laki itu telah meluluhkan hati ini. Aku harap ini akan abadi.

*To Be Continued*

0 komentar:

Posting Komentar

 

Cerita Kita Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates