Jumat, 08 Februari 2013

0 Tentang Kita Part 9


“Eyang…Rasya pamit dulu ya.” Pamit Rasya nyelonong langsung menuju pintu depan.
“Eh…tunggu dulu to nduk, kamu mau kemana to nduk ???enggak nunggu Tyo dulu ???” Tanya Eyang membuat langkah Rasya terhenti.
“Rasya enggak janjian sama Tyo yang, Rasya pengen jalan-jalan sendiri. Nanti kalau Tyo dateng nggak usah nyari’in Rasya. Nanti malam Rasya mau maen kerumahnya. Ya udah nek, takut telat nich. Dada Eyang…Rasya sayang sama Eyang.” Ucap Rasya sambil berlalu dan melambaikan tangan pada wanita tua renta yang sedang melambaikkan tangannya untuk balasan dengan raut wajah yang dipenuhi senyuman-senyuman kecil.
Sekitar 15 menit kemudian, ternyata yang diduga Eyang benar. Tyo datang kerumah dan pastinya mencari Rasya.
“Eyang…Ad
“Rasya kan ???tadi dia keluar tapi Eyang enggak tahu kemana, terus pesannya tadi, kamu enggak usah nyari’in soalnya nanti malam dia mau main kerumah kamu.”
“O..gitu ya yang. Padahal Tyo mau ajak jalan-jalan wisata kuliner didesa ini.”
“Belum waktunya. Ditundakan bisa to le.”
“Iya udah dech…Tyo pamit dulu ya Eyang. Mangga.”

D                 D                 D

“Pagi Bu Minah….”
“Pagi…ealah nak Rasya. Ayo duduk sini. Mau makan apa ???”
“Saya kesini nggak mau makan bu. Saya mau ngomong sesuatu sama Ibu Minah.”
“Waduh…ngomong apa ya nduk. Ibu kok jadi deg-degan kayak gini.”
“Ibu tenang aja. Saya nggak akan nyakitin Ibu kok. Kedatangan saya kesini, saya mau nawarin bisnis sama ibu.”
“Bisnis opo to nduk ???Ibu enggak mudeng.”
“Gini bu, Tyo kan punya restoran dikota, kenapa makanan ibu yang khas ini enggak dijual disana aja, kalau lakukan lumayan bisa menambah penghasilan.”
“Aduh nduk, Ibu nggak berani, takutnya orang kota itu enggak suka.”
“Dicoba aja dulu bu. Kalau tidak dicoba kan ya…mana bisa tahu hasilnya ???”
“Enggak usah repot-repot nduk, ini aja udah cukup. Terimakasih.”
“Ya udah, gini aja…gimana kalau percobaan satu bulan, kalau enggak berhasil saya yang tanggung ganti rugi selama satu bulan, tapi kalau dalam satu bulan bisa laku keras, ibu mau kan buat makanan ini untuk restorannya Tyo ???”
“Aduh piye ya nduk, Ibu bingung.”
“Kalau masih bingung, saya kasih waktu buat Ibu mikir. Gimana ???”
“3 hari.”
“OK..kalau Ibu maunya 3 hari saya turutin. Tapi harus dipertimbangkan sematang mungkin. Kalau ibu untungkan bisa nyekolahin anak Ibu yang paling kecil, terus bisa ngelanjutin ke perguruan tinggi untuk anak ibu yang sulung.” Rayu Rasya agar Ibu Minah mau mengikuti permainannya.
“Iya udah bu. Rasya pamit dulu, 3 hari lagi saya kesini. Mari.”
“Iya nduk. Mari-mari.” Ucap Ibu Minah.
‘Yes….akhirnya, moga aja Ibu Minah mau, tapi aku yakin 100% kalau Ibu pasti mau sama tawaran aku.’ Gumam Rasya dalam hati.
Namun, lamunan kebahagiaan rasya hancur saat dia bertemu Indah ditengah perjalanan pulang. Sungguh diluar rencana Rasya. Dia tak mau marah-marah hari ini. Tapi sepertinya itu akan terjadi padanya saat ini juga.
“Hei…” Sapa Indah padanya.
“Siapa ??? Aku ???” Rasya pura-pura bertanya, padahal dia tahu siapa yang dimaksud Indah.
“Iya…sampeyan.” Jawab Indah dengan sejuta mata iblis yang akan siap keluar menerkam Rasya.
“Kenapa ???” Tanya Rasya.
“Eh…aku bilangin ya…jangan suka cari perhatian sama Mas Tyoku. Ngdrti ???”
“Siapa ??? Mas Tyomu ??? Kalian udah pacaran ???belumkan jadi kenapa aku jauhin dia ???” Tanya Rasya beruntun membuat Indah terjepit pada posisinya yang angkuh itu. Rasya sempat berfikir.
‘Ada juga orang desa yang sombong dan angkuh.’
“Ya…walaupun kita belun resmi, tapi aku yakin Mas Tyo akan memilih aku daripada kamu. Lagian apa sich bagusnya kamu ??? Jangan mentang-mentang anak kota, kamu bisa berbuat sesuka hatimu.”
“Ma’af ya…aku bukan orang seperti itu, jadi aku mohon jangan sembarangan memfitnah orang.”Ucap rasya menahan emosinya.
“Aku tidak memfitnah itu kenyataan.”
“Terserah kamu lah mau ngomong apa tentang aku. Tapi yang pasti, aku bukan orang yang seperti kamu pikirkan. Permisi.” Kata Rasya melewati Indah dan tak mempedulikan lagi Indah yang masih berdiri dengan bodohnya. Tapi seperti Indah tak mau kalah.
“Ya…terserah sich, tapi yang pasti dalam waktu dekat ini Mas Tyo akan meminang aku menjadi istrinya.” Ucap Indah dengan penuh keyakinan. Seketika itu juga Rasya langsung membalikkan badannya dan melihat Indah dengan bangganya mengucapkan kata-katanya itu diikuti senyum nenek sihir seakan mengejek Rasya.
“Bodo’. Peduli amat.” Kemudian rasya membalikkan badannya lagi dan menjauh dari nenek sihir gadungan itu karena dia sudah menahan emosinya melampaui batas.

*Bersambung*

0 komentar:

Posting Komentar

 

Cerita Kita Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates